Masterlist~

Drabble:

1.  Escape | INFINITE | MyungYeol | G | Romance | Shonen-ai, AU | Dia tak mengharap jawabanku, karena dia tahu kalau aku pasti akan menjawab dengan pernyataan yang sama; walau saling mencinta, kami tak mungkin bersatu.

2. Sorry | TVXQ! | Minsu Bromance | G | Friendship, family | Karena kau sadar kalau kau tak bisa berlama-lama berdiam diri dengan si pencerah suasana itu. Yang senyumnya saja bisa membangkitkan lagi ceriamu saat kau sedang terpuruk.

3. Tired | INFINITE | MyungYeol | G | Fluff | Shonen-ai | Mungkin sedikit peluk dari Myungsoo barusan yang membuatnya lupa akan lelahnya.

4.  One | TVXQ! | YunJae | G | Dark-romance | Shonen-ai, AU | “Tapi caramu salah, Yunho! / “Memangnya cinta pernah salah, Jae?”

5.  First You Say You Won’t, Then You Say You Will |  TVXQ! | YunJae |  G | Shonen-ai | “Katanya kau tidak ikut…” / “Pokoknya aku ikut!”

6. Miss You, Hyung! | TVXQ! | MinSu bromance | G | Friendship | “Kau rindu padaku? bukannya aku Cuma Hyung-mu yang merepotkan dan enak dikerjai?”

Ficlet:

1. Hell On The Throat |  TVXQ, Super Junior, f(x) | ChangToria, onesided!KyuToria | G | Hurt/ comfort | Satu tempat dihatinya itu tak akan pernah utuh untukku. Senyum itu juga tak benar-benar ditujukan cuma untukku. Dan didalam mata indah itu, bukan cuma ada aku.

2. Stronger | Boyfriend | Jo Kwangmin, Jo Youngmin | G | Family, Hurt | AU | Setidaknya, dia tahu kalau mereka masih bisa bertemu lagi nanti. Di suatu tempat indah yang abadi, dan tak akan pernah terpisah lagi.

3. Do You Remember? | TVXQ | YunJae | G | Hurt | Shonen-ai | Walau kau berpikir kau gagal karena membiarkan anggotamu pergi, ini semua bukan salahmu, Yunho. Kau tetap yang terbaik.

4. When It Rains | INFINITE | WoohyunxOC | G | Fluff | Hospital AU | ”Woohyun-sshi, rasanya berdiri ditengah hujan itu seperti apa, ya?”

5. Love Is Bitter, Pain Is Calling | B2ST | DooJoon/G.na | G | Hurt | AU  | Ia tak menatap gadis itu. Bukan karena ia tak mau, namun ia tak mampu. Padahal ia sangat merindukan iris cokelat tua itu.

6. Hospital Flowers |  EXO | KrisxLay | G | Fluff  | Shonen-ai, Hospital AU | “Twinspur itu bunga yang tetap mekar tiap musim. Kau harus mencontohnya. Tetaplah‘mekar’ seperti mereka. Bagaimanapun kondisimu, kau tidak boleh putus asa.”

7. A Thousand Miles  | EXO | KrisYeol |  G |  Fluff  |  Shonen-ai | Malam memang masih dingin. Namun bagi Chanyeol bisa sedikit menghangat saat pemikiran-pemikiran tentang orang yang dicinta itu terlintas dikepalanya lagi.

8. Sleep |  EXO |  KaiSoo |  PG | Hurt | Shonen-ai | Sekalipun tersakiti, ia tak pernah mau berhenti. Baginya, kehilangan pemuda itu akan lebih menyakitkan hati. Itulah kenapa, ia selalu diam selama ini sekalipun ia tahu semua yang terjadi.

9. Of Course I Know |  INFINITE, Secret |  DongwooxHyosung |  G |  Romance | “Aku sahabatmu, ingat?” / “Kau memang sahabatku yang paling baik, Dongwoo-ya!”

10. Run |  INFINITE | DongwooxOC | G | Fluff |  AU | “Jinhyo, kau pernah bilang kan kalau kau ingin sekali bisa berlari?”

11.  Kiss |  TVXQ! | YunJae | PG-13 | Fluff | Shonen-ai, High school AU |  “—–Kenapa kau lepaskan secepat itu, Sialan.”

12. Your Smile | TVXQ! | little!YunJae | G | Friendship | AU | “Terima kasih. Karena kau masih mau tersenyum, untukku.”

Oneshot:

1.  Back To Tomorrow | INFINITE, Miss A | MyungZy | G | Angst | AU | “Kau hari ini aneh sekali, ya. Apa ada yang salah dengan otakmu? Kau salah makan? Atau apa? Ditelepon tadi kau heran kenapa aku meneleponmu, lalu barusan kau memanggil namaku seakan-akan ini pertemuan pertama kita sejak 10 tahun. Kau kenapa, sih?” dan yang diterima gadis itu hanya sebuah pelukan hangat dari pemuda berambut hitam didepannya.

2.  Like The Stars | TVXQ! | OT5 | G | Friendship, Hurt | mereka juga seperti bintang. Yang malam ini bisa menemaniku disini, tapi juga bisa meninggalkanku dan berada ditempat yang lain—-walau masih dilangit yang sama—–di malam berikutnya.

3.  Remember | TVXQ! | MinSu bromance | G | Friendship | “Kau mengingatnya?”/ “Tentu saja! Aku sudah bertahun-tahun tinggal bersamamu disini. Bagaimana aku lupa?”

4. Sea Knows | TVXQ! | YunJae | PG | Angst | Shonen-ai, AU | Ia menatap botol kecil di tangannya, lalu melemparkannya ke lautan. Membiarkan botol itu hanyut entah kemana. Membawa pesan-pesannya. Dan ia harap, ikut membawa pedih dihatinya.

5. The Day Before | TVXQ! | YunJae | G |  Romance | Shonen-ai | Dan kali ini kami berjanji sekali lagi. Bukan untuk menjemput salah satu diantara kami, seperti waktu itu. Tapi untuk selalu ada untuk satu sama lain. Seperti dulu.

6.  Night Sky | MBLAQ, 2NE1 | Onesided!ThunDara incest | PG |  Hurt | “Sanghyun, kau… Gila?” ucapnya menaikkan satu alis. Berharap kalau aku barusan mengerjainya. Namun, aku menggeleng. Tidak, ini serius.

Multichapter:

1. Our Longest Separation |  Part 1 | part 2Part 3 | part 4 | Epilogue| INFINITE | MyungYeol | PG | Mild-angst | Shonen-ai,  AU | Apa yang sedang kau lakukan disana? Malas-malasan? Makan? Main game? Nonton film? Selingkuh dengan bidadari-bidadari cantik itu? Ah, yang terakhir itu kuharap jangan. Aku cemburu, asal kau tahu.

Iklan

A Song to the Red Autumn

credit poster goes to flamegoofy @ imagineofvirus.wordpress.com

credit poster goes to flamegoofy @ imagineofvirus.wordpress.com

A Song to the Red Autumn

lightless_star & gratia

cast: Lee Jonghyun (CNBLUE), Choi Junhee (Juniel) | Genre: Romance, Hurt | length: Oneshot | Rating: PG13

WARNING: Alternate Universe

….

“Hei, Jonghyun. Sekarang kau sudah lihat, kan? Bukankah merah tak selamanya buruk?”

….

Baca lebih lanjut

Home

Untitled-1

Home

Author: lightless_star | Fandom: EXO, 2NE1 | Cast: Park Chanyeol, Sandara Park | Genre: Romance, idk what the genre is -_- |  Rating: General | Length: Ficlet 

Hal pertama yang Sandara temui saat ia keluar dari ruangan sempit berbatas besi itu adalah manik mata cokelat gelap yang hangat milik seorang pemuda yang berdiri menantinya di depan sana. Tatap mata itu masih tetap sama seperti bertahun-tahun yang lalu, tak pernah kehilangan sedikitpun kesan ramahnya. Tak pernah sedikitpun kehilangan pancaran hangatnya. Namun gadis itu juga menyadari, itu bukan lagi tatapan mata yang polos seperti bertahun-tahun lalu. Selain kesan ramah dan pancar hangatnya, ada bayangan tentang darah, tentang luka, tentang rasa sakit yang masih belum sepenuhnya hilang.

Tapi pemuda itu tetap saja tak melepaskan senyum riang yang menempel di wajahnya. Menyambut si gadis dengan tangan terbuka, memberinya satu pelukan hangat saat akhirnya ia berhasil menghirup udara bebasnya yang pertama setelah bertahun-tahun ini. Ia merasa asing pada semua hal disekitarnya; pakaian yang ia kenakan, sepatu yang menempel di kakinya, tempat dimana ia berpijak. Namun tidak dengan laki-laki ini. Ia menjadi satu-satunya sosok yang masih terasa familiar hingga sekarang, yang membuat gadis itu merasa aman. Ya, dia merasa aman.

Namanya Park Chanyeol. Badannya tinggi besar, bahkan termasuk yang paling tinggi diantara mereka. Suaranya berat dan terkesan tegas. Tapi satu senyum idiot yang khas tak pernah lepas dari bibirnya.

Namanya Park Chanyeol. Laki-laki pengecut yang akan lari ketika menghadapi pertarungan satu lawan satu sekalipun tubuhnya lebih besar daripada lawan mereka. Laki-laki yang kakinya selalu gemetar saat instruktur memarahinya di hari-hari pelatihan mereka di camp militer dulu. Hari-hari yang sekarang sudah terasa sangat jauh dalam ingatan gadis itu.

Yang paling ia ingat adalah hari-hari dimana ia tak mampu melakukan apa-apa kecuali meringkuk di sudut ruangan sempit yang orang lain sebut penjara. Hari-hari dimana ia tidur bertemankan hewan-hewan kecil menjijikkan yang mengganggu disekitarnya. Hari-hari dimana ia makan makanan hambar yang sama dengan narapidana lain. Dimana orang-orang lain memandangnya dengan tatapan aneh, yang lama kelamaan membuatnya terbiasa.

Keberadaan Chanyeol disisinya kembali membangkitkan memorinya yang kini telah terasa kabur. Dan perlahan, Sandara mampu mengingat semuanya. Latihan kerasnya di camp militer, saat dimana ia membela Chanyeol yang dipukuli peserta pelatihan lain yang iri karena strategi perang yang dikemukakannya dipuji oleh instruktur, suara peluru yang dilepaskan dari senapan, suara ledakan yang dulu sangat sering ia dengar, suara jerit tangis orang-orang yang kehilangan keluarganya di medan perang, semuanya.

Ia bahkan ingat dirinya yang memegang senapan dan menghabisi teman se-pasukannya hanya demi ambisi pribadi yang sangat rumit untuk ia jelaskan sendiri. Ia ingat bau anyir darah saat itu, ia ingat suara teriakan dan hela napas terakhir orang yang ia habisi nyawanya.

Sandara ingat kalau dia pembunuh kejam yang pantas di penjara seumur hidup.

Pantas saja semua orang berbalik meninggalkannya.

Tapi Park Chanyeol selalu ada disisinya. Mengunjunginya setiap minggu, membawakan buku-buku bagus untuk ia baca, berbagi makanan yang dimasakkan Kyungsoo—teman Chanyeol—dengannya. Namun yang paling Sandara senangi adalah ketika Chanyeol menceritakan padanya banyak sekali hal. Tentang hari-harinya sebagai anggota militer, bagaimana ia membanggakan diri bahwa ia tak lagi gemetar saat harus turun sebagai prajurit atau berhadapan dengan Komandan. Sesekali ia bercerita tentang Kris dan Yixing—yang dulu satu angkatan dengan mereka saat di camp militer—yang sekarang sudah jadi ahli strategi perang di kemiliteran. Chanyeol juga bercerita tentang sinar matahari yang hangat, tentang padang rumput yang hijau, tentang dataran es raksasa.  Tentang langit biru tak berawan yang selama ini terasa sangat jauh untuk Sandara.

Ketika ia merasa putus asa dan berpikir kalau ia akan berada ditempat bernama penjara itu hingga ajalnya menjelang, pada tahun ke sepuluhnya orang-orang dengan seragam itu memberitahunya bahwa ia akan dibebaskan.

Hingga ia bisa kembali berada disisi pemuda dengan senyum paling cerah yang pernah ia lihat itu, yang matanya berkaca-kaca ketika Sandara memanggil namanya untuk pertama kali setelah ia bebas.

Mereka berjalan keluar. Entah sudah berapa lama rasanya mereka tidak berjalan berdampingan seperti ini.

Perang jelas telah usai. Dan Chanyeol sudah bukan anggota kemiliteran Korea Selatan lagi, itulah harga yang harus ia bayar untuk kebebasan Sandara setelah memohon-mohon pada atasannya dan orang-orang terkait.

Chanyeol meminta maaf pada Sandara karena ia tak bisa mengantarkan gadis itu pulang kerumah, karena mereka juga diharuskan untuk pindah dari Negara itu, pergi kesebuah tempat yang jauh. Namun gadis itu tak apa, ia tak pernah merasa begitu bersyukur seperti ini dalam hidupnya. Bahwa ketika semua orang meninggalkannya, masih ada Chanyeol yang memberinya sepotong harapan dan sebuah alasan baginya untuk tetap menjalani hidup dengan baik.

 “Selamat datang kembali.”

“Terima kasih. “

Dengan Chanyeol menggenggam tangannya, disertai tawa serta senyumnya yang cerah. Sandara yakin, seperti inilah rasanya pulang ke rumah.

-fin-

 

author’s note: 

penjelasan lengkap tentang apa yang saya lakukan di ruang ujian matematika kemarin. selain gambar, dan tidur. ya nulis ini HAHAHA ._. this. is. horrible. ngerjainnya waktu lagi ujian sih ;A;

sorry ChanDara shipper, kalo ini mungkin agak OOC atau gimana ehehe -_- aku sendiri juga sebenernya suka banget sama mereka berdua walaupun nggak nge-ship ;w; 

btw, posternya nggak terlalu nyambung ya lol biarin aja deh, itu ngebut banget buatnya xD

Afternoon Rain

tumblr_mtuontyM1O1r2mv5oo1_500

Afternoon Rain

author: lightless_star | fandom: EXO | cast: Oh Sehun, Kim Jongin (Kai) | length: drabble | genre: friendship, chibi-fic

summary:

Ditengah hujan disiang hari yang Sehun benci, ia bertemu anak laki-laki berkulit kecokelatan dengan raut wajah kebingungan itu. 

“Senang bertemu denganmu, Kai!”

xxx

Baca lebih lanjut

[Ficlet] Superhero

superhero copy

Superhero

author: lightless_star | cast: Kris (EXO-M), Park Chanyeol (EXO-K) | fandom: EXO | length: 1000+ words | genre: friendship (but you can expect more. LOL), childhood!AU | rated: General

inspired by: Danshi Koukousei No Nichijou Episode 5:  High school boys and the biography of a Hero ( omg hidenori and yoshitake is just… asdfghjkl <333 )

summary:

Yifan selalu ingin jadi superhero.  dan ia pernah, setidaknya sekali dalam hidupnya.

xxx

Baca lebih lanjut

[SONGFIC] Please, Take Care

please take care

Please, Take Care

Scriptwriter: lightless_star ( @fanxingege )| fandom: INFINITE | main cast: Kim Myungsoo /L, You | genre: Romance, Hurt | duration: ficlet | rated: PG |

a songfic based on the song ‘Awanai Tsumori No, Genki De Ne’ by SCANDAL

dedicated to YooraZelo9697 @ dorkiedarkfiction.wordpress.com

hope you like it~!

xxx

aku harus meminta maaf untuk sesuatu yang sampai saat ini belum sempat aku katakan. Minta maaf karena sudah membuatnya takut kehilangan sahabat terbaiknya. 

xxx Baca lebih lanjut